Wednesday, August 3, 2011

Penantian

Aku menanti-nantikan TUHAN, jiwaku menanti-nanti, dan aku mengharapkan firman-Nya. Jiwaku mengharapkan Tuhan lebih dari pada pengawal mengharapkan pagi, lebih dari pada pengawal mengharapkan pagi.
Mazmur 130:5-6

Saya sering bertanya bagaimana saya dapat tetap sabar dengan rencana Tuhan bagi hidup saya ketika saya masih bernafas. Seringkali saya membicarakan kesabaran mengenai rencana Tuhan ini, bukan sebuah rahsia -tentang pilihan hati..Ibu pernah berkata kepada saya “Kamu perlu berserah dan mempercayakannya kepada Tuhan untuk hal ini,” ujarnya. Saya mulai menangis. Ibu saya benar. Saya kemudian bertanya, “Bagaimana saya dapat melepaskan sesuatu yang begitu penting dalam hidup saya?”

Melepaskan keinginan ini kepada Tuhan benar-benar merupakan sebuah proses, namun saya tidak menginginkan apapun bagi hidup saya jika memang Tuhan tidak menyediakannya bagi saya. Dimanakah sukacita dan kehidupan melimpah dalam menyelesaikan sesuatu yang tidak diinginkan-Nya dalam hidup saya? Melepaskan hal ini sungguh-sungguh membebaskan saya. Saya masih percaya bahwa Tuhan akan memberikan saya apa yang saya inginkan dalam kehidupan saya, namun saya akan percaya kepada Tuahn apapun yang terjadi.

Sampai Anda datang ke tempat yang ditinggalkan, rumput di tempat lain akan selalu nampak lebih hijau. Jika Anda tidak dapat menyerahkan sesuatu yang penting seperti itu, bahayanya adalah ketika keinginan itu datang, Anda akan bergelut dan tercekik dengan hal itu, dan mungkin Anda justeru akan berakhir dengan melukai apa yang sebenarnya sangat Anda inginkan.

Daripada berdoa, “Tuhan, bilakah Engkau akan membawa teman pilihan saya sebagai teman hidup ke dalam hidup saya?” adalah lebih baik jika Anda berdoa, “Tuhan, saya tidak tahu apa yang ada di dalam pikiran-Mu untuk masa depan saya… namun saya menantikan apapun itu dengan penuh harap, mengetahui bahwa Engkau lebih mengenal saya daripada saya mengenal diri saya sendiri.” Saya tidak menginginkan kurang dari apa yang Tuhan inginkan bagi hidup saya. Saya menginginkan kehendak-Nya yang terbaik terjadi dalam hidup saya.

Mencari Lebih Jauh

Apakah Anda pernah menunggu sesuatu begitu lama dan ketika hal itu benar-benar terjadi, tidaklah seperti yang Anda harapkan? Apakah Anda pernah rindu membuka hadiah Natal dan setelah Anda melakukannya hadiah itu mengecewakan Anda? Apakah Anda pernah bermimpi begitu hidup dan luar biasa namun ketika Anda terbangun Anda kecewa karena ternyata hal itu bukanlah kehidupan nyata?

Pengalaman ini dapat benar-benar membuat Anda kecewa. Kita tentu tidak ingin harapan kita akan sesuatu pilihan itu mengecewakan, dan jika kita tidak hati-hati, kita bisa hidup di dunia fantasi penuh kebahagiaan yang tidak akan pernah bisa kita wujudkan dalam kehidupan nyata. Di sisi lain, rencana Tuhan bagi kita mungkin jauh melampaui apa yang dapat kita bayangkan. Nabi Yesaya memperkatakan perkataan ini:

Tidak ada telinga yang mendengar, dan tidak ada mata yang melihat seorang allah yang bertindak bagi orang yang menanti-nantikan dia; hanya Engkau yang berbuat demikian. Engkau menyongsong mereka yang melakukan yang benar dan yang mengingat jalan yang Kautunjukkan! – Yesaya 64:4-5

Kuncinya adalah jika kita menantikan Tuhan, Yesaya mengatakan, lanjutkanlah dengan berjalan bersama-Nya, bergaul karib dengan Tuhan dalam kehidupan sehari-hari dan melakukan apa yang baik.

Menghidupi Firman Secara Nyata

Apakah Anda menempatkan kehidupan Anda dan masa depan Anda sepenuhnya di tangan Tuhan? Jika tidak, dengan tangan terbuka menghadap tanah, katakan kepada Tuhan bahwa Anda ingin melepaskan keinginan peribadi Anda. Kemudian balikkan telapak tangan Anda sehingga menghadap ke surga, dan katakan kepada Bapa Surgawi bahwa Anda menyerahkan masa depan Anda ke dalam kehendak-Nya bagi hidup Anda. Doa ini memang menakutkan, namun yang pasti Tuhan akan sangat menghargai doa-doa seperti ini.

No comments:

Post a Comment