Friday, August 12, 2011

Mencintai yang tidak Sempurna

Ketika kita berada di suatu tempat pada saat yang tepat, itulah kesempatan.

Ketika kita bertemu dengan seseorang yang membuatmu tertarik, itu bukan pilihan, itu kesempatan.

Bertemu dalam suatu peristiwa bukanlah pilihan, itupun adalah kesempatan.

Bila kita memutuskan untuk mencintai orang tersebut, bahkan dengan segala kekurangannya, itu bukan kesempatan, itu adalah pilihan.

Ketika kita memilih bersama dengan seseorang walau apapun yang terjadi, itu adalah pilihan.

Perasaan cinta, simpati, rasa tertarik, datang bagaikan kesempatan pada kita. Tetapi cinta sejati yang abadi adalah pilihan. Pilihan yang kita lakukan.

Berbicara tentang pasangan jiwa, ada satu filem yang mungkin sangat tepat untuk menggambarkan situasi ini: “Nasib membawa kita bersama, tetapi tetap bergantung pada kita bagaimana membuat semuanya berhasil.”

Pasangan jiwa sememangny wujud. Dan bahkan mungkin ada seseorang yang diciptakan hanya untukmu. Tetapi tetap berpulang kepada kamu untuk melakukan pilihan samada engkau ingin melakukan sesuatu untuk mendapatkannya atau tidak…

Kita mungkin kebetulan bertemu pasangan jiwa kita. Tetapi mencintai dan tetap bersama pasangan jiwa kita adalah pilihan yang harus kita lakukan.

Kita ada di dunia bukan untuk mencari seseorang yang sempurna untuk dicintai tetapi untuk belajar mencintai orang yang tidak sempurna dengan cara yang sempurna.

Tuesday, August 9, 2011

Kekuatan Sebuah Prinsip

Kepada pedagang-pedagang merpati Ia berkata: “Ambil semuanya ini dari sini, jangan kamu membuat rumah Bapa-Ku menjadi tempat berjualan.” Maka teringatlah murid-murid-Nya, bahwa ada tertulis: “Cinta untuk rumah-Mu menghanguskan Aku.”

Yesus adalah pribadi yang berprinsip. Dia berdiri teguh atas prinsip dan nilai-nilai yang Ia pegang. Sebagai contoh, Dia percaya bahwa Bait Allah adalah tempat dimana orang-orang bisa mendekat kepada Tuhan, bukan tempat dimana seseorang yang ingin menyembah Tuhan namun malah diperas untuk keuntungan pribadi atau kelompok.

Hal itulah yang terjadi di Bait Allah di jaman Yesus. Para pemimpin rohani dan imam saat itu tahu benar bahwa orang-orang yang datang ke bait Allah ingin mempersembahkan persembahan bagi Tuhan. Mereka juga tahu bahwa mereka memiliki kuasa untuk menyatakan persembahan seseorang itu layak atau tidak untuk dipersembahkan. Dan yang mereka lakukan hanyalah menyatakan persembahan seseorang tidak layak dan memaksa mereka membeli hewan persembahan yang layak ditempat yang telah mereka sediakan. Mereka menjualnya dengan harga yang tidak masuk akal dan mengeruk keuntungan untuk memperkaya diri sendiri. Namun Yesus muncul. Lihat bagaimana Yesus bereaksi.

Ia membuat cambuk dari tali lalu mengusir mereka semua dari Bait Suci dengan semua kambing domba dan lembu mereka; uang penukar-penukar dihamburkan-Nya ke tanah dan meja-meja mereka dibalikkan-Nya. Kepada pedagang-pedagang merpati Ia berkata: “Ambil semuanya ini dari sini, jangan kamu membuat rumah Bapa-Ku menjadi tempat berjualan.” (Yohanes 2:15-16).

Tuhan Yesus bisa saja membiarkan hal tersebut, tetapi Dia tidak melakukannya karena Dia adalah pribadi yang memiliki perinsip. Hal ini salah, dan Dia bersedia menerima resiko serta menghadapinya untuk meluruskan apa yang perlu.

Apakah Anda orang yang berperinsip seperti Yesus? Nilai-nilai seperti apa yang Anda miliki dimana Anda bersedia menanggung resiko untuk mempertahankannya? Hidup tanpa prinsip membuat seseorang tidak dapat bertahan menghadapi ujian waktu, dia tidak akan bisa bertahan ketika hal itu terjadi. Jangan jadi pribadi yang tidak memiliki prinsip dan menjadi sama dengan dunia ini. Milikilah tujuan, milikilah semangat dan milikilah prinsip. (Ps.Bob Coy/Crosswalk.com)

Tanpa prinsip Anda akan terlindas oleh ujian waktu. Hiduplah dengan prinsip, dan berdirilah teguh mempertahankannya.

Misi Tuhan Bagi Anda

Yeremia 1:7-9

Tetapi TUHAN berfirman kepadaku: “Janganlah katakan: Aku ini masih muda, tetapi kepada siapa pun engkau Kuutus, haruslah engkau pergi, dan apa pun yang Kuperintahkan kepadamu, haruslah kausampaikan. Janganlah takut kepada mereka, sebab Aku menyertai engkau untuk melepaskan engkau, demikianlah firman TUHAN.” Lalu TUHAN mengulurkan tangan-Nya dan menjamah mulutku; TUHAN berfirman kepadaku: “Sesungguhnya, Aku menaruh perkataan-perkataan-Ku ke dalam mulutmu.

Tuhan memiliki suatu misi untuk Yeremia. Apakah misi itu menyenangkan? Tidak! Apakah misi itu membuatnya terkenal? Ya, tapi tidak untuk alasan yang dimiliki banyak orang untuk jadi terkenal. Tuhan memerintahkan Yeremia untuk pulang ke kampung halamannya dan meminta mereka untuk bertobat dan kembali kepada Tuhan.

Banyak orang Kristen bersikap seperti ini. Kita selalu mengajukan beragam alasan cerdas mengapa kita tidak dapat menjalani misi yang diberikan Tuhan bagi kita “untuk pergi sampai ke ujung bumi memberitakan Injil”. Kita berkata kepada diri kita sendiri dan kepada Tuhan, “Saya tidak cukup banyak tahu tentang Alkitab. Apa yang akan orang pikir tentang saya? Saya tidak mau mereka membicarakan saya di belakang. Saya bisa kehilangan pekerjaan! Biarkan orang lain yang melakukannya.”

Yeremia tahu hal itu akan menimbulkan amarah banyak orang. Ia pun berpikir ia akan dianiaya karena dianggap berkhianat. Yeremia pun membuat banyak alasan dan mencoba meyakinkan Tuhan bahwa ia bukanlah orang yang tepat untuk pekerjaan itu. “Saya bukan seorang yang pandai berbicara, saya masih terlalu muda.” Meskipun Yeremia membuat berbagai alasan mengapa ia tidak bisa melayani Tuhan, Tuhan tidak lantas menyerah. Tuhan memberikan dorongan dengan mengatakan, “Aku akan menyertaimu dan akan menyelamatkan engkau.”

Ketakutan bisa menjadi motivator yang hebat namun bisa menjadi penghalang yang lebih hebat. Tuhan langsung dapat melihat segala ketakutan yang ada di dalam hati Yeremia dan berkata, “Jangan takut terhadap mereka.” Alkitab mengajarkan bahwa takut akan Tuhan adalah awal kebijaksanaan dan takut pada manusia merupakan batu sandungan. Pakailah iman untuk mengatasi rasa takut dan taat kepada Tuhan. Tuhan tidak akan mengecewakan Anda jika Anda taat kepada panggilan-Nya.

Apakah Tuhan “mengulurkan tangan-Nya dan menjamah mulut Anda?” Apakah Ia “menaruh perkataan-Nya ke dalam mulut Anda?” Tanpa Tuhan melakukan hal ini terlebih dahulu, Anda tidak berdaya untuk mencapai misi yang ditetapkan-Nya bagi Anda. Bagaimanakah Tuhan dapat menaruh perkataan-Nya ke dalam mulut Anda? Baca Alkitab! Pelajari Alkitab Anda! Simpan Firman-Nya di dalam hati! Luangkan waktu agar Tuhan dapat berbicara kepada Anda saat mempelajari Alkitab dan berdoa. Saat Roh-Nya berdiam di dalam hati Anda, Firman-Nya akan menjamah mulut Anda dan ketakutan akan memudar.

Tuhan tidak pernah memanggil kita untuk melakukan sesuatu bagi-Nya tanpa memberdayakan kita. Oleh karena itu, luangkan waktu untuk mengenal Tuhan secara pribadi. Sebagaimana hubungan Anda dengan-Nya bertumbuh, Anda akan bergerak dalam misi-Nya. Tujuan Anda di bumi ini adalah agar kasih Tuhan bersinar bagi mereka yang terhilang, bagi dunia yang sekarat. Misi Anda sedang menunggu Anda saat ini jika Anda memang memilihnya! Bukalah telinga dan hati Anda kepada Tuhan dan bersemangatlah menyambut masa depan yang baru untuk melayani-Nya di dalam roh dan kebenaran.

Dunia membutuhkan Anda. Banyak tangan terulur menantikan kasih, banyak hati terbuka untuk mendengarkan Injil. Akankah mereka terhilang sia-sia karena Anda mengabaikan misi Tuhan?

Wednesday, August 3, 2011

Penantian

Aku menanti-nantikan TUHAN, jiwaku menanti-nanti, dan aku mengharapkan firman-Nya. Jiwaku mengharapkan Tuhan lebih dari pada pengawal mengharapkan pagi, lebih dari pada pengawal mengharapkan pagi.
Mazmur 130:5-6

Saya sering bertanya bagaimana saya dapat tetap sabar dengan rencana Tuhan bagi hidup saya ketika saya masih bernafas. Seringkali saya membicarakan kesabaran mengenai rencana Tuhan ini, bukan sebuah rahsia -tentang pilihan hati..Ibu pernah berkata kepada saya “Kamu perlu berserah dan mempercayakannya kepada Tuhan untuk hal ini,” ujarnya. Saya mulai menangis. Ibu saya benar. Saya kemudian bertanya, “Bagaimana saya dapat melepaskan sesuatu yang begitu penting dalam hidup saya?”

Melepaskan keinginan ini kepada Tuhan benar-benar merupakan sebuah proses, namun saya tidak menginginkan apapun bagi hidup saya jika memang Tuhan tidak menyediakannya bagi saya. Dimanakah sukacita dan kehidupan melimpah dalam menyelesaikan sesuatu yang tidak diinginkan-Nya dalam hidup saya? Melepaskan hal ini sungguh-sungguh membebaskan saya. Saya masih percaya bahwa Tuhan akan memberikan saya apa yang saya inginkan dalam kehidupan saya, namun saya akan percaya kepada Tuahn apapun yang terjadi.

Sampai Anda datang ke tempat yang ditinggalkan, rumput di tempat lain akan selalu nampak lebih hijau. Jika Anda tidak dapat menyerahkan sesuatu yang penting seperti itu, bahayanya adalah ketika keinginan itu datang, Anda akan bergelut dan tercekik dengan hal itu, dan mungkin Anda justeru akan berakhir dengan melukai apa yang sebenarnya sangat Anda inginkan.

Daripada berdoa, “Tuhan, bilakah Engkau akan membawa teman pilihan saya sebagai teman hidup ke dalam hidup saya?” adalah lebih baik jika Anda berdoa, “Tuhan, saya tidak tahu apa yang ada di dalam pikiran-Mu untuk masa depan saya… namun saya menantikan apapun itu dengan penuh harap, mengetahui bahwa Engkau lebih mengenal saya daripada saya mengenal diri saya sendiri.” Saya tidak menginginkan kurang dari apa yang Tuhan inginkan bagi hidup saya. Saya menginginkan kehendak-Nya yang terbaik terjadi dalam hidup saya.

Mencari Lebih Jauh

Apakah Anda pernah menunggu sesuatu begitu lama dan ketika hal itu benar-benar terjadi, tidaklah seperti yang Anda harapkan? Apakah Anda pernah rindu membuka hadiah Natal dan setelah Anda melakukannya hadiah itu mengecewakan Anda? Apakah Anda pernah bermimpi begitu hidup dan luar biasa namun ketika Anda terbangun Anda kecewa karena ternyata hal itu bukanlah kehidupan nyata?

Pengalaman ini dapat benar-benar membuat Anda kecewa. Kita tentu tidak ingin harapan kita akan sesuatu pilihan itu mengecewakan, dan jika kita tidak hati-hati, kita bisa hidup di dunia fantasi penuh kebahagiaan yang tidak akan pernah bisa kita wujudkan dalam kehidupan nyata. Di sisi lain, rencana Tuhan bagi kita mungkin jauh melampaui apa yang dapat kita bayangkan. Nabi Yesaya memperkatakan perkataan ini:

Tidak ada telinga yang mendengar, dan tidak ada mata yang melihat seorang allah yang bertindak bagi orang yang menanti-nantikan dia; hanya Engkau yang berbuat demikian. Engkau menyongsong mereka yang melakukan yang benar dan yang mengingat jalan yang Kautunjukkan! – Yesaya 64:4-5

Kuncinya adalah jika kita menantikan Tuhan, Yesaya mengatakan, lanjutkanlah dengan berjalan bersama-Nya, bergaul karib dengan Tuhan dalam kehidupan sehari-hari dan melakukan apa yang baik.

Menghidupi Firman Secara Nyata

Apakah Anda menempatkan kehidupan Anda dan masa depan Anda sepenuhnya di tangan Tuhan? Jika tidak, dengan tangan terbuka menghadap tanah, katakan kepada Tuhan bahwa Anda ingin melepaskan keinginan peribadi Anda. Kemudian balikkan telapak tangan Anda sehingga menghadap ke surga, dan katakan kepada Bapa Surgawi bahwa Anda menyerahkan masa depan Anda ke dalam kehendak-Nya bagi hidup Anda. Doa ini memang menakutkan, namun yang pasti Tuhan akan sangat menghargai doa-doa seperti ini.

Tuesday, August 2, 2011

Ketika Tangan Tuhan Menciptakan Seorang Wanita

Ketika Tuhan menciptakan wanita, malaikat datang dan bertanya, “Mengapa kau begitu lama menciptakan wanita Tuhan? ”

Tuhan menjawab, “Sudahkah engkau melihat setiap detail yang saya ciptakan untuk wanita?”

“Dua tangannya mampu menjaga banyak anak pada saat bersamaan, punya pelukan yang dapat menyembuhkan sakit hati dan keterpurukan, dan semua itu hanya dengan dua tangan”.

Malaikat menjawab dan takjub, “Hanya dengan 2 tangan? Tidak mungkin!”

Tuhan menjawab, “Tidakkah kau tau, dia juga mampu menyembuhkan dirinya sendiri dan bisa bekerja 18 jam sehari.”

Malaikat mendekat dan mengamati wanita tersebut, dan bertanya, ” Tuhan, kenapa wanita terlihat begitu lelah dan rapuh? seolah-olah terlalu banyak beban baginya….”

Tuhan menjawab “Itu tidak seperti yang kau bayangkan, itu adalah air mata….”

“Untuk apa ?” tanya malaikat.

Tuhan melanjutkan, “Air mata adalah salah satu cara dia mengekspresikan kegembiraan, kegalauan, cinta, kesepian, penderitaan, dan kebanggaan…. serta wanita ini mempunyai kekuatan mempesona laki-laki…ini hanya beberapa kemampuan yang dimiliki wanita.”

“Dia dapat mengatasi beban lebih dari laki-laki, dia mampu menyimpan kebahagiaan dan pendapatnya sendiri…..”

“Dia mampu tersenyum saat hatinya menjerit, mampu menyanyi saat menangis, menangis saat terharu, bahkan tertawa saat ketakutan..”

“Dia berkorban demi orang yang dicintainya..”

“Dia mampu berdiri melawan ketidakadilan.”

“Dia menangis saat melihat anaknya adalah pemenang….”

“Dia girang dan bersorak saat kawannya tertawa bahagia…”

“Dia begitu bahagia mendengar suara kelahiran….”

“Dia begitu bersedih mendengar berita kesakitan dan kematian, tapi dia mampu mengatasinya… Dia tau bahwa sebuah ciuman dan pelukan dapat menyembuhkan luka….”

“Cintanya tanpa syarat..”

”Hanya ada satu yang kurang dari wanita, dia sering lupa betapa berharga dirinya..”

Wanita, Anda berharga dan mulia di hadapan Tuhan. Dalam kerapuhan dan kelemahanmu, Tuhan menaruh suatu kekuatan yang tidak dimiliki oleh para laki-laki. Gunakan kekuatan yang Tuhan berikan itu untuk menolong dan memberkati para laki-laki dihidupmu.



Oleh karena engkau berharga di mata-Ku dan mulia, dan Aku ini mengasihi engkau, maka Aku memberikan manusia sebagai gantimu, dan bangsa-bangsa sebagai ganti nyawamu. ~ Yesaya 43:4